Susu


Salah satu nutrisi yang terdapat pada susu adalah kalsium. Bahan ini dikenal luas karena manfaatnya untuk memelihara kekuatan dan kepadatan tulang. Dalam proses yang dikenal sebagai penumpukan massa tulang, kalsium dan fosfor beraliansi membentuk kalsium fosfat. Elemen ini merupakan komponen utama yang berperan dalam pembentukan struktur dan kekuatan tulang. Segelas susu menyuplai 29,7 persen kebutuhan harian kalsium dan 23,2 persen kebutuhan harian fosfor. Nutrisi penting lainnya adalah vitamin D. Vitamin larut lemak ini menjaga kadar kalsium yang memadai dalam darah.

Segelas susu menyodorkan 24,4 persen kebutuhan harian vitamin ini. Di samping kalsium dan vitamin D, vitamin K yang terkandung dalam susu juga memiliki peran vital untuk mengamankan kekuatan tulang. Vitamin K1 mengaktifkan osteocalcin protein nonkolagen utama dalam tulang. Elemen ini mengikat molekul kalsium di dalam tulang. Tanpa vitamin K1 yang cukup, keberadaan kadar osteocalcin tak akan memadai. Ujungnya, proses penumpukan massa tulang akan terganggu. Anda bisa membayangkan sendiri akibatnya.

Ada hal lain yang Anda perlu ketahui : Susu tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tulang saja. Asupan ini juga mencegah hipertensi (tekanan darah tinggi), menangkal kanker usus serta menghindarkan Anda dari kekurangan energi dan protein. Kandungan nutrisi yang ada di dalamnya turut meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda tak mudah terkena berbagai penyakit. Satu berita bagus lagi, susu bermanfaat pula untuk membantu program Anda menurunkan berat badan. Pada sebuah studi yang dipublikasikan April 2004 di Obesity Research, para peneliti menekankan, mengonsumsi makanan kaya kalsium, khususnya produk susu rendah lemak seperti susu sapi, yogurt, dan kefr, akan membantu Anda mengurangi berat badan.

Dalam studi yang mengikutsertakan 42 subyek penelitian (32 orang menuntaskannya) ini, para peserta dibagi dalam tiga kelompok. Mereka diberi rancangan pola makan yang didesain untuk mengurangi berat badan satu pon (sekitar setengah kg) tiap minggunya selama 24 minggu. Rancangan pola makan untuk ketiga grup itu memiliki kandungan kalori yang sama. Grup pertama menerima pola makan rendah kalsium (430 miligram/hari). Grup kedua menerima rancangan yang sama dengan tambahan suplemen kalsium hingga total pasokan kalsium ke dalam tubuh mencapai lebih dari 1.200 miligram. Grup ketiga menghadapi menu makan yang dipenuhi produk susu sehingga pasokan kalsiumnya mencapai 1.100 miligram setiap harinya.

Hasil akhir studi tersebut, grup pertama rata-rata berkurang berat badannya 15 pon, grup kedua 19 pon, dan grup ketiga 24 pon. Dari total berat badan yang berkurang tersebut, grup pertama kehilangan lemak 19 persen, grup kedua 50 persen, dan grup ketiga 66 persen. Hasil ini menunjukkan, kalsium yang dibawa produk susu terbukti lebih efektif menurunkan berat badan dan melenyapkan lemak para pengonsumsinya.

Asupan praktis
Di luar kandungan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan, kelebihan lain susu dan produk susu adalah ketersediaannya secara luas. Anda bisa mendapatkannya di toko sebelah rumah, pasar tradisional, swalayan, hingga hipermarket. Har-ganya pun cukup terjangkau tergantung jenis produk kemasan kepraktisan daya tahan penyimpanan, dan faktor-faktor lainnya. Tapi setidaknya dengan uang Rp 10-40 ribu Anda sudah bisa membawa satu liter susu cair atau satu kilogram susu bubuk ke rumah. Keuntungan lainnya, susu dapat dengan mudah dan cepat diolah menjadi hidangan siap santap.

Sedikit peringatan
Bagi mayoritas orang sehat, susu memang memberikan banyak manfaat. Namun bagi pengidap lactose intolerance, susu bisa menjadi bencana. Lactose intolerance terjadi karena enzim laktase di dalam tubuh menurun sehingga tidak mampu menguraikan laktosa (gula susu) menjadi glukosa dan galaktosa. Kondisi ini mengakibatkan laktosa tidak terserap di usus kecil, lalu masuk ke usus besar dalam keadaan utuh sehingga menyebabkan diare. Oleh karena itu, aktivitas enzim laktase harus terus dipelihara dengan cara membiasakan minum susu sejak bayi, balita (bawah lima tahun), remaja, dewasa hingga lansia (lanjut usia).

Jika Anda berhenti mengonsumsi susu, enzim laktase akan mati atau berkurang. Suatu saat bila minum susu lagi, enzim laktase tidak siap sehingga terjadilah diare. Untuk orang semacam ini, silakan susu berkadar laktosa rendah (low lactose milk) atau produk olahan susu rendah laktosa seperti yogurt, yakult dan kefir. “Susu juga harus dibatasi bagi penderita alergi protein susu. Untuk orang semacam ini, protein susu harus diuraikan terlebih dahulu menjadi hidrolisat. Bisa juga diatasi dengan susu nabati, contohnya susu kedelai,” tambah Made Astawan. Tapi bagi Anda yang memiliki kesehatan normal, jangan abaikan kehadiran susu sebagai penyempurna menu makanan sehat Anda. Untuk anak-anak jenis susu bubuk lebih baik ketimbang kental manis. Karena susu bubuk sedikit mengandung gula. Sedangkan susu kental manis lebih cocok untuk membuat kue, kopi, dan lain sebagainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s